Perbedaan Ilmu Ushul Fiqih dengan Ilmu Fiqih

Perbedaan Ilmu Ushul Fiqih dengan Ilmu Fiqih

Last Updated on

Assalamu ‘alaikum. Bismillahirrahmanirrahim. Dalam artikel ini saya akan membahas mengenai Perbedaan Ilmu Ushul Fiqih dengan Ilmu Fiqih menurut Kitab Al-mustashfa karya Imam Al-ghazali.

Matan Dari Kitab Al-mustashfa

بيان حد أصول الفقه

اعلم أنك لا تفهم معنى أصول الفقه ما لم تعرف أولا معنى الفقه، والفقه عبارة عن العلم والفهم في أصل الوضع، يقال:

فلان يفقه الخير والشر، أي يعلمه ويفهمه، ولكن صار بعرف العلماء عبارة عن العلم بالأحكام الشرعية الثابتة لافعال المكلفين خاصة،

حتى لا يطلق بحكم العادة اسم الفقيه على متكلم وفلسفي ونحوي ومحدث ومفسر، بل يختص بالعلماء بالأحكام الشرعية الثابتة للأفعال الانسانية، كالوجوب، والحظر، والإباحة، والندب والكراهة

، وكون العقد صحيحا وفاسدا وباطلا، وكون العبادة قضاء وأداء وأمثاله. ولا يخفى عليك أن للأفعال أحكاما عقلية، أي مدركة بالعقل، ككونها أعراضا وقائمة بالمحل ومخالفة للجوهر، وكونها أكوانا حركة وسكونا وأمثالها،

والعارف بذلك يسمى متكلما لا فقيها. وأما أحكامها من حيث إنها واجبة ومحظورة، ومباحة ومكروهة ومندوب إليها، فإنما يتولى الفقيه بيانها، فإذا فهمت هذا، فافهم أن أصول الفقه عبارة عن أدلة هذه الأحكام،

وعن معرفة وجوه دلالتها على الاحكام من حيث الجملة، لا من حيث التفصيل، فإن علم الخلاف من الفقه أيضا مشتمل على أدلة الاحكام ووجوه دلالتها، ولكن من حيث التفصيل كدلالة حديث خاص في مسألة النكاح بلا ولي على الخصوص، ودلالة آية خاصة في مسألة متروك التسمية على الخصوص.

Menjelaskan Batasan Ilmu Ushul Fiqih

Ketahuilah Sesungguhnya  tidaklah dapat dipahami makna usul Fiqih sebelum dipahami dulu apa itu makna fiqih.

Fiqih secara bahasa di artikan sebagai ilmu atau pengetahuan dan paham atau memahami di dalam pokok-pokok suatu objek .

Seperti perkataan:

فلان يفقه الخير والشر

” Fulan telah yufaqahul khair wasy-syar”

Artinya Fulan memahami kebaikan dan keburukan.

Istilah fikih ini dikenal dalam kalangan para ulama dengan makna fiqih sebagai ilmu mengenai hukum-hukum syariat yang jelas mengenai perbuatan-perbuatan para mukallaf secara khusus.

Sehingga tidak bisa dikatakan yang paham mengenai bahasan hukum adat itu sebagai ahli fiqih.

Begitu juga ahli kalam, ahli filsafat, nahwu, ahli ilmu hadits, dan para ahli tafsir.

Fiqih ini dikenal di kalangan para ulama khusus mengenai hukum-hukum syariat yang jelas mengenai perbuatan-perbuatan manusia.

Seperti wajib, haram, boleh (mubah), sunnah, dan makruh.

Apakah suatu akad itu sah atau rusak atau batal. Apakah sebuah ibadah itu qada atau adaan, dan yang seumpamanya.

Dan tidak sama seperti bahasan mengenai perbuatan-perbuatan hukum secara akal.

Yaitu sumbernya dari akal seperti diketahui mengenai keadaan berdiri pada suatu tempat, perbedaan-perbedaan zat atau unsur, diketahui bergerak atau diam, dan seumpamanya.

Pengetahuan seperti itu ada dalam bahasan ilmu mutakallim ( ahli kalam) bukan ilmu fiqih.

Hukum-hukum yang mengetahui bahwa sesuatu itu wajib, haram, boleh (mubah), makruh (makruh), dan sunnah, maka  mengenai itu dibahas di dalam ilmu fiqih dan penjelasan penjelasannya.

Setelah dipahami mengenai itu maka pahamilah sesungguhnya ilmu usul fiqih itu adalah ilmu yang membahas mengenai dalil-dalil dari hukum-hukum tersebut dan mengetahui sudut-sudut pandang dalil-dalilnya atas hukum-hukum secara global tidak secara terperinci.

Membahas juga pengetahuan mengenai khilafiah atau perbedaan-perbedaan daripada fiqih.

Juga meliputi atas dalil-dalil hukum dan sudut pandang dalil-dalilnya.

Akan tetapi dari sisi perincian seperti dalil nikah tanpa wali, dalil ayat-ayat khusus dalam suatu masalah yang ditinggalkan, dan lain-lain.

Dalam ilmu usul fiqih tidak dibahas di dalamnya suatu masalah secara rinci dan tidak juga kepada  pengambilan-pengambilan dalil, akan tetapi pembahasannya adalah diketahui pokok-pokok dalil itu dari kitab, sunnah, dan ijma, mengenai syarat-syarat kesahihannya dan kekuatan dalilnya, kemudian sudut-sudut pandang dalil-dalil tersebut secara keseluruhan.

Dibahas juga mengenai apakah sudut-sudut pandang bahasanya, asal dari memahami lafaz atau dari tujuan lafaznya atau dari ma’qul lafaznya yang disebut dengan kias.

Ushul fiqih tidak membahas suatu masalah secara khusus dan secara rinci. Maka itulah yang membedakan usul fiqih dengan cabangnya yaitu fiqih.

Dibahas di dalamnya seperti  diketahui mana dalil hukum dari kitab, sunnah dan ijma.

Diketahui jalan atau jalur mengenai penetapan atau ketetapan atau kekuatan dari usul yang 3 (tiga) tadi dan syarat-syarat sahnya dan jalur-jalur dalilnya secara hukum, maka ilmu seperti itulah yang dinamai sebagai ilmu Ushul fiqih.

 

Kesimpulan Perbedaan Ilmu Ushul Fiqih dengan Ilmu Fiqih

Oleh : Muhamad Asep Saepuloh

Dalam matan di atas Al-ghazali menjelaskan mengenai perbedaan antara ilmu ushul fiqih dengan ilmu fiqih.

Ilmu ushul fiqih membahas mengenai dalil-dalil secara umum, tidak terperinci sedangkan ilmu fiqih membahasnya secara terperinci.

Contoh, bahasan bagaimana sebuah ayat dan hadits dapat menjadi dalil bagi sebuah ibadah itu ada dalam bahasan ushul fiqih.

Kemudian apa saja dalil-dalil ayat dan haditsnya, ada berapa ayat dan berapa hadits dalilnya, itu dibahas dalam ilmu fiqih.

Kemudian dijelaskan juga batasan dari ilmu ushul fiqih. Bahwa dalam ilmu ini tidak dijelaskan dalil-dalil suatu tema fiqih secara rinci.

Akan tetapi hanya membahas dari segi apakah suatu dalil dapat bersifat khas atau amm, apakah lafazh dalil menunjukkan jenis mutasyabih atau muhkam, dan lain-lain.

Tidak menjelaskan dalil suatu ibadah secara rinci. Seperti dalil ruku, dalil sujud, dalil waktu hilal ramadhan, dan lain-lain.

Oleh karena itu dinamai ushul fiqih karena dari sanalah bagaiman dalil-dalil fiqih dapat ada berasal.

Jadi dalil fiqih tidak akan dapat meletak jika tidak ada ushul fiqih, walaupun dalil fiqih secara rincinya tidak ada dalam ushul fiqih.

Seumpama akar pada  pohon mangga, normalnya buah mangganya tidak tumbuh langsung pada akarnya, akan tetapi tanpa akar, maka pohon mangga tersebut tidak akan dapat berbuah.

Sekian pembahasan mengenai Perbedaan Ilmu Ushul Fiqih dengan Ilmu Fiqih menurut Kitab Al-mustashfa karya Imam Al-ghazali.

Terimakasih telah berkunjung. Jika ada saran dan kritik  yang membangun  silahkan sampaikan di kolom komentar. Salam damai. Wassalam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *